Saya mencoba membayangkan suasana pada zaman Sunan Kalijaga, dimana pada saat itu "orang jawa" masih banyak yang baru masuk Islam setelah kerajaan majapahit hancur dan agama hindu mulai ditinggalkan. Salah satu "adat ritual" yang masih sering digunakan pada waktu ialah mengadakan selamatan bila ada anggota keluarga yang meninggal, dengan acara selama 7 hari berturut-turut bahkan sampai 40 hari tergantung kekayaan seseorang. Makin lama acaranya berarti dia orang yang kaya serta terpandang.
Mungkin karena beliau ingin agar tidak terjadi "tabrakan budaya", maka beliau mencoba untuk mengasimilasi budaya tersebut, dan berusaha menghilangkan hal-hal yang "diluar" Islam seperti sesajen, pembacaan doa-doa hindu, kewajiban menyediakan makan minum dan hal-hal yang membuat keluarga yang sedang berduka menjadi keberatan karena "harus" melaksanakannya.
Saya juga membayangkan bahwa beliau membatasi acara tersebut hanya 3 hari saja, seperti dalam hal ta`ziyah yang memang hanya tiga hari. Lalu beliau mengumpulkan orang-orang di rumah duka dan mengadakan pengajian dan kajian. Jangan dibayangkan bahwa mereka semua "pinter ngaji" karena pastinya mereka tidak pandai membaca Quran. Maklum, masih benda langka. Apalagi buku yasinan, hehehe..
Beliau kemudian membacakan surat yaasiin ayat per ayat lengkap dengan artinya. Mengapa beliau pilih surat itu? Karena di dalamnya terkandung nasehat tentang keimanan terutama soal kematian, hari qiyamat, hari kebangkitan, hari persidangan sampai gambaran surga bagi orang yang beriman dan neraka bagi orang yang tidak mau beriman.
Nah, "mungkin" dengan seiring berjalannya waktu terjadi distorsi sehingga ritualnya saja yang diambil dan bukan upaya beliau dalam mengajak serta mengajarkan Islam. Baca yasinan karena semua pegang buku, jadinya adu balapan dan tidak ada pembacaan makna. Setelah itu ditutup dengan makan minum dan rokokan..
Ini hanya renungan saya, imajinasi saya, yang gelisah memikirkan kenapa koq sampai timbul "ritual" itu terutama di pulau ini. Bila ada jarum yang patah jangan disimpan dalam peti, bila ada kata yang salah mohon jangan disimpan di dalam peti..


