Posted in
Label:
harian ku,
kisah inspirasi,
renungan ku
Aku telah mengorbankan kebahagiaanku sendiri untuk membuatmu bahagia dan
kau pun mengorbankan kebahagiaanmu untuk membuatku bahagia. Pada akhirnya kita
hanya dua orang yang mencoba untuk saling membahagiakan, tapi tak pernah
menemukan kebahagiaan... -Sadewi-
Seorang anak laki-laki
dan perempuan jatuh cinta setengah mati. Mereka memutuskan untuk bertunangan.
Dan ketika itulah kedua calon mempelai saling bertukar hadiah. Anak laki-laki
itu sangat miskin -miliknya yang paling berharga hanya arloji yang diwarisinya
dari kakeknya. Ketika ia membayangkan rambut kekasihnya yang indah, ia
memutuskan menjual arloji itu untuk membelikan jepit rambut perak bagi kekasihnya.
Anak perempuan itu juga tidak mempunyai uang untuk
membeli hadiah bagi kekasihnya. Ia pergi ke toko milik pedagang paling sukses
di kota itu, dan menjual rambutnya. Dengan uang yang didapat, ia membelikan
rantai jam emas bagi kekasihnya.
Ketika bertemu di pesta pertunangan, si anak
perempuan memberikan rantai jam untuk arloji yang telah dijual kekasihnya, dan
si anak laki-laki memberinya jepitan untuk rambut yang tak lagi dimiliki
kekasihnya.
(By The River Piedra I Sat and Wept - Paulo Coelho)
aku yang merindukan harum nya ketulusan dari kelopak bunga yang slalu
menemani hari ku
dan entah siapa aku....aku tak peduli lagi...