twitter


Aku telah mengorbankan kebahagiaanku sendiri untuk membuatmu bahagia dan kau pun mengorbankan kebahagiaanmu untuk membuatku bahagia. Pada akhirnya kita hanya dua orang yang mencoba untuk saling membahagiakan, tapi tak pernah menemukan kebahagiaan... -Sadewi-


Seorang anak laki-laki dan perempuan jatuh cinta setengah mati. Mereka memutuskan untuk bertunangan. Dan ketika itulah kedua calon mempelai saling bertukar hadiah. Anak laki-laki itu sangat miskin -miliknya yang paling berharga hanya arloji yang diwarisinya dari kakeknya. Ketika ia membayangkan rambut kekasihnya yang indah, ia memutuskan menjual arloji itu untuk membelikan jepit rambut perak bagi kekasihnya.

Anak perempuan itu juga tidak mempunyai uang untuk membeli hadiah bagi kekasihnya. Ia pergi ke toko milik pedagang paling sukses di kota itu, dan menjual rambutnya. Dengan uang yang didapat, ia membelikan rantai jam emas bagi kekasihnya.

Ketika bertemu di pesta pertunangan, si anak perempuan memberikan rantai jam untuk arloji yang telah dijual kekasihnya, dan si anak laki-laki memberinya jepitan untuk rambut yang tak lagi dimiliki kekasihnya.

(By The River Piedra I Sat and Wept - Paulo Coelho)

aku yang merindukan harum nya ketulusan dari kelopak bunga yang slalu
menemani hari ku
dan entah siapa aku....aku tak peduli lagi...

0 komentar:

Posting Komentar